“KETIKA MIMPI MENYAPA”
Ketika
mataku terbuka terlintas wajahmu menyapu kehangatan jiwaku saat terkulai lemas terbaring kau menghiasi
mimipiku dan melambungkan anganku menuju kepastian yang kunantikan .
Setiap
kata yang terucap dari bibirmu adalah anugrah terindah yang diberikan Tuhan
padaku saat aku mengenalmu, saat aku dekat denganmu, dan ketika aku mendapatkan
cintamu semua terhitung dan terpateri dalam memori sejarah kalbu cintaku yang
suci padamu saat aku sadar dan terbangun kau belai wajahku dan kau bilang…..
“aku sayang padamu”
Itulah
hal terbahagia dalam hidupku saat tahu dan sadar bahwa kau juga menyayangiku…
Tapi waktu dan jarak yang akan memisahkan kita walau hatiku tak rela,
Terbersit di
hati tak ingin jauh apalagi berpisah denganmu…. Tapi waktu dan jarak yang akan
memisahkan kita , walau hatiku tak rela, tapi aku percaya bahwa kita akan
selalu bersama dalam hati…. Ku tau tak ada hal ang bisa memisahkan cinta kita
walau jarak membentang luas dihadapan kita.
Saat
mimpi ini berakhir dan mataku kembali terbukamaka mentari akan tersenyum
kembali padaku dan katakan...
….” Dia disana masih menungumu”…..
Betapa
indahnya mimpiku ini saat kembali terbayang wajahmu yang bersinar dan luapan
emosi hilang sejenak bahkan waktu terasa 100 kali lebih cepat saat mata ini
memandangimu…Kasih, tunggulah aku agar cinta ini selalu bersemi didalam
hatiku.. dan hatimu agar kau sadar tak ada nama indah lain yang terukir dhatiku
kecuali Kamu!!!
Disitulah
selesainya kalimat demi kalimat yang kutuliskan menggambarkan suasana hatiku
yang sedang gelisah karena hanya dalam hitungan jam kedepan perpisahan akan
datang..
Sakit hati yang dirasakan
terlebih saat akan berpisah ini..
Ditulis kata demi kata sesuai
keinginan hati sedih rasanya membayangkan kata-kata, “Sayang.. tibalah saatnya kita
harus berpisah…”
Air mata mengalir, tetes demi
tetes mengalir dipipi rasa sakit yang datang seolah ribuan jarum menorehkan
ribuan luka dihatiku.
Entah apa
maksud ini semua, cinta ini begitu menyiksaku membuatku seolah tak ingin jauh
darinya, selamanya ingin selalu dalam dekapannya yang hangat dan damai…namanya
selalu terukir indah dihatiku,,, setiap kata demi kata terpateri dalam jiwa
menyatu dalam aliran darahku…
“Tuhan jika boleh aku memohon, jangan
pisahkan aku dengan dia, karena dia Mentari dalam hatiku yang selalu menerangi
batinku…” Disetiap
ibadah yang kulakukan itulah doa yang selalu terucap agar tak sia-sia hidupku
ini berlalu tanpamu.
Tibalah
waktu berpisah…
“Sekarang
aku harus pergi entah berapa tahun lagi kita bisa bertemu…”
Ujarku sembari meneteskan air
mata kesedihan yang sangat menyiksa batin ini. Ketika air mata ini mengalir
kubenamkan wajahku dipelukannya… diusapnya wajahku dan dibelainya pipiku, betapa
bahagia hati ini seakan melayang-layang di udara…
“Tuhan,,, bisakah waktu berjalan 100x
Lebih lambat agar kebahagian ini tidak lekas berlalu,,”
Betapa
indahnya saat ini, berada dalam pelukan orang yang dicintai, tak ingin rasanya
aku pergi darinya, karena hanya dengan dia aku dapat merasakan hal indah ini
seperti ini, hanya dia yang dapat membuat seluruh tubuhku bergetar dan mati
rasa saat berada disisinya.
Detik
itupun tiba, ya!! Kami berpisah disimpang jalan itu kutatap dalam-dalam
matanya yang selalu membuatku hanyut dan tak berdaya. Aku tinggalkan dia disana
dan berjanji untuk bertemu 7 tahun yang akan datang ditempat yang sama. Yaah,,
didalam bus itu air mataku tak berhenti
mengalir deras Meratapi kesedihan yang kurasakan betapa tak relanya hatiku ini
meninggalkan dia yang mencintaiku.
7 tahun berlalu
tak terasa ternyata aku telah menjadi seperti yang aku inginkan. Ya!! Aku
menjadi seorang akuntan handal disuatu perusahaan ternama sesuai dengan
cita-citaku. Hari ini aku akan bertemu dengan cintaku, ya!! Aku akan menemuinya
hari ini, betapa senangnya hatiku saat menempuh perjalanan ini.
Ternyata tidak
banyak yang berubah dengan tempat ini. Tempat terakhir kali aku berjumpa
dengannya. 1…. 2…. 3… sampai 7 jam pula aku menunggunya tapi dia tidak juga
menampakkan batang hidungnya,, entah apa yang terjadi padanya lalu aku putuskan
untuk datang kerumahnya. Sesampainya disana, apa yang aku lihat benar-benar
membuat mataku pedas menahan isak tangis. Bendera Kuning tertancap di halaman
rumahnya … aku bertanya- Tanya dalam hati siapa yang meninggal, banyak orang
berpakaian hitam silih berganti masuk kerumahnya, kuberanikan diri masuk
kerumahnya dan pemandangan yang terlihat sungguh memekakkan mata dan telinga
dia yang selama ini aku cintai telah terbaring tak berdaya dengan balutan kain
putih yang membuat bulu kudukku berdiri, Kenyataan di depan mataku ini seolah
ribuan pedang menghunjam tubuhku.
“Oh… Tuhan ,,, mengapa ini harus
terjadi saat pertemuan di depan mata kami…” Dan kuterima
pula kabar yang menyakitkan ini, ternyata dia meninggal 7 jam yang lalu di
simpang jalan itu, berarti saat dia ingin menemuiku…
“Oh,, Tuhan !! betapa pahit kenyataan
ini, kesetiiaan dan cintanya padaku dia bawa sampai mati..”
Kujalani
hari-hari ku sendiri tanpa seorang pendamping sampai tak kusadari rambutku
mulai kusam dan memutih. Hanya ini yang dapat kulakukan untuk membalas kesetiaan
cintanya. Semoga dia tetap tersenyum hangat untukku disana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar